Persebaya Dihantam Cedera Jelang Lawan Bhayangkara FC, Tavares Pusing Susun Skuad
Persebaya Surabaya sedang tidak dalam kondisi ideal menjelang laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026. Tim Bajol Ijo harus menghadapi banyak kendala pemain saat bersiap menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu 14 Februari 2026.
Masalah utama datang dari kondisi skuad. Beberapa pemain inti dilaporkan mengalami cedera, sementara yang lain terserang sakit. Situasi ini membuat tim pelatih harus memutar otak untuk menyiapkan komposisi terbaik.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui kondisi timnya memang sedang kurang bagus. Dalam sesi jelang latihan di Lapangan C Komplek Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa 10 Februari 2026, ia menyebut ada kombinasi masalah kebugaran yang cukup mengganggu.
Menurutnya, ada pemain yang mengalami diare, terserang virus, dan juga yang masih berkutat dengan cedera. Karena itu, fokus latihan sementara bukan hanya taktik, tapi memastikan siapa saja yang benar-benar siap turun di pertandingan berikutnya.
Target awal tim pelatih sekarang cukup sederhana: memetakan kondisi pemain. Siapa yang fit, siapa yang masih harus dipulihkan, dan siapa yang belum memungkinkan bermain penuh. Dari situ baru skema permainan disusun.
Selain pemulihan fisik, tim juga melakukan evaluasi dari laga sebelumnya saat menghadapi Bali United. Ada beberapa aspek permainan yang dinilai belum maksimal dan harus segera dibenahi. Mulai dari organisasi tim sampai detail kecil di lapangan.
Sorotan juga mengarah ke pemain asing baru Persebaya: Jefferson Silva, Gustavo Fernandes, dan Bruno Paraiba. Ketiganya belum lama bergabung dan masih dalam tahap adaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
Tavares menilai adaptasi itu bukan cuma soal cuaca dan gaya main, tapi juga ritme kompetisi. Beberapa dari mereka bahkan cukup lama tidak tampil di pertandingan kompetitif, sehingga stamina belum berada di level ideal. Jefferson sudah mulai mendapat menit bermain, Gustavo baru turun di laga terakhir, sementara Bruno Paraiba justru sedang cedera.
Dengan kondisi seperti ini, Persebaya dituntut realistis. Fokus utamanya sekarang bukan sekadar strategi, tapi memastikan tim yang turun benar-benar siap tempur. Bermain di kandang sendiri tetap jadi modal penting, tapi kebugaran pemain bakal sangat menentukan hasil akhir.