Atlet Terancam Jadi Korban, Polemik Askab PSSI Sidoarjo Belum Jelas
Di tengah semangat para atlet sepak bola Sidoarjo yang bersiap mempertahankan gelar juara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, nasib mereka justru tergantung pada polemik administratif yang tak kunjung selesai.
Hampir sebulan setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Sidoarjo digelar pada 11 Mei 2025, kepengurusan baru hasil kongres tersebut belum juga bisa dilantik. Akibatnya, roda organisasi macet, dan program persiapan atlet terganggu.
Penyebabnya, hingga kini KONI Sidoarjo belum menerbitkan surat pengantar legalitas yang dibutuhkan agar Asprov PSSI Jawa Timur bisa melantik pengurus baru secara resmi. Padahal, pelantikan adalah langkah krusial agar kegiatan organisasi, termasuk manajemen tim sepak bola, bisa berjalan formal dan efektif.
Puji Daryo, Ketua terpilih Askab PSSI hasil KLB, mengaku kecewa dengan lambannya respons KONI. Ia menekankan bahwa semua berkas dan syarat administratif sudah lengkap, namun belum ada kejelasan.
βKami ini bukan semata bicara jabatan. Yang kami perjuangkan adalah hak anak-anak yang sudah berlatih keras. Tanpa pelantikan, kami kesulitan memfasilitasi mereka secara resmi,β kata Puji saat ditemui di depot makan Sidoarjo, Kamis, 5 Juni 2025.
Kekecewaan juga datang dari kalangan pelatih dan pengurus tim. Mereka menyebut para atlet baik putra maupun putri telah menjalani latihan rutin dan mulai masuk ke fase strategi. Namun, tanpa kejelasan legalitas, berbagai program tidak bisa dijalankan maksimal. Bahkan, peluang tampil di Porprov pun bisa terancam jika tak ada solusi segera.
βSaya kasihan pada anak-anak. Mereka datang latihan dengan semangat. Tapi kami bingung harus melangkah sejauh apa tanpa status kepengurusan yang sah,β ujar Puji dengan nada emosional.
Yadar Umar Balahmar, salah satu pengurus, menyebut bahwa dirinya sudah empat kali mencoba klarifikasi ke Ketua KONI Sidoarjo, namun selalu mendapat jawaban yang belum pasti.
βKami terus berusaha mencari solusi, tapi waktu terus berjalan. Kalau nanti tim gagal ikut Porprov hanya karena urusan administrasi, siapa yang akan menjawab pada para atlet dan keluarganya?β ujar Yadar.
Sebagai juara bertahan, tim sepak bola Sidoarjo membawa ekspektasi besar. Ketidakpastian organisasi seperti ini dinilai bisa merusak mental dan motivasi atlet.
Pihak Askab PSSI Sidoarjo pun telah mengadukan persoalan ini ke Komisi D DPRD Sidoarjo dengan harapan segera difasilitasi mediasi.
Sementara itu, Ketua KONI Sidoarjo, Imam Muchri Affandi, mengklaim telah memberikan penjelasan langsung kepada pihak Askab. Ia menyebut persoalan ini berkaitan dengan aduan dari beberapa pihak soal keabsahan proses kongres, yang kemudian diteruskan ke Asprov sebagai otoritas yang berwenang.
βKami ingin masalah ini cepat selesai. Atlet jangan sampai dirugikan. KONI sudah memfasilitasi audiensi untuk mencari jalan tengah,β ujar Imam.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan kapan surat pengantar dari KONI akan terbit. Waktu terus berjalan, dan harapan para atlet pun mulai diuji oleh ketidakpastian yang berkepanjangan.
Advertisement