Arus Balik ke Bali di Pelabuhan Ketapang Terus Meningkat, Didominasi Kendaraan Roda 2 dan 4
Gelombang arus balik dari Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, terus mengalami peningkatan. Kendaraan roda dua dan empat masih mendominasi arus balik. ASDP mengimbau masyarakat untuk tidak balik pada hari-hari terakhir liburan untuk menghindar kepadatan kendaraan.
Pantauan Ngopibareng.id, arus kendaraan berjalan lancar. Area parkir Pelabuhan Ketapang tampak dipadati kendaraan yang akan menyeberang ke Bali. Khususnya kendaraan roda dua dan roda empat.
Kendaraan roda empat didominasi dengan kendaraan dengan plat nomor DK (Bali). Ada juga beberapa kendaraan pribadi dengan nomor polisi beberapa kota besar seperti L (Surabaya), N (Malang) hingga B (Jakarta). Kendaraan dari beberapa kota besar ini sebagian besar merupakan wisatawan yang akan berlibur.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianus Marciano, mengatakan, situasi pelabuhan dan pelayaran sampai saat ini berjalan normal. Kapal-kapal yang beroperasi masih dalam jumlah yang normal. Jumlah kapal yang beroperasi sampai H+2 sebanyak 29 kapal dengan
"Dinominasi kendaraan roda dua yang sudah melintas dibanding kendaraan roda empat dan lainnya," jelasnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Dijelaskannya, pada periode 24 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB atau H+2, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada mencapai 45.615 orang atau naik 10,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 41.189 orang.
Kendaraan roda dua sebanyak 8.417 unit atau naik 31,6% dibanding tahun lalu mencapai 6.394 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.876 unit atau turun 2,8% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.744 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang ke Bali mencapai 675 unit atau naik 24,1% dibanding tahun lalu sebanyak 544 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 308 unit atau turun 6,7% dibanding tahun lalu sebanyak 330 unit.
"Total seluruh kendaraan tercatat 14.276 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+2 atau naik 18,8% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 12.012 unit," terangnya.
Yossi menegaskan, ASDP senantiasa mengingatkan para pemudik untuk menjaga kesehatan diri dan juga kesiapan dari kendaraan saat melakukan perjalanan.
"Kami tentu berharap masyarakat bisa menikmati layanan penyeberangan dengan selamat dengan aman, dan nyaman," katanya.
Untuk menghindari kepadatan di jalan, dia mengimbau para pemudik untuk memilih keberangkatan atau kepulangan ke Bali diluar puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026.
Tidak hanya itu, pemudik juga diharapkan tidak melakukan perjalanan di malam hari. Perjalanan saat pagi hari, siang hari itu akan lebih baik karena kalau di malam hari biasanya tubuh sudah lelah dan energi kita banyak terbuang.
"Kami berharap para pemudik senantiasa menjaga kesehatan dan juga kesiapan dari kendaraan bagi yang membawa kendaraan roda dua maupun roda empat ataupun yang lainnya," ujarnya.