Artis Tetap Artis, Siapa Suruh Jadi Pejabat ?
Beginilah bila artis "'dipaksa" jadi pejabat. Tetap saja tak bisa ninggalin keartisannya.
Misalnya saja, Pasha Ungu.
Lelaki kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah,Β 27 NovemberΒ 1979 ini, muncul di TV dengan rambut dikuncir. Kanan kirinya diplontos. Pakai baju resmi seorang Wakil Walikota. Ganteng sih. Tapi apa pantas?
Pasha tetaplah artis. Beberapa waktu lalu ia malah "diam-diam" show di luar negeri. DPRD setempat kelabakan. Mestinya minta ijin. Kan sekarang, sudah jadi Wakil Walikota Palu, sudah jadi Pejabat Publik. Tak bisa dong seenak udelnya doang.
Tapi begitulah artis yang jadi pejabat. Sesekali ..duaarr ... muncul keartisannya.
Siapa saja artis yang terjun jadi pemimpin daerah? Ada Rano Karno di Banten dan Deddy Mizwar di Jabar. Tahun 2018 ini pelawak Komar juga nyalon jadi Cawabup Cirebon.
Diam-dim Ani Carera, mantan artis 90-an orbitan Deddy Dores juga sempat ikut berebut tiket Cawali Madiun, Jatim, walau kandas. Paling heboh ketika almarhum Julia Perez (Jupe) sempat hendak maju dalam Pilkada Pacitan, Jatim, sebelum akhirnya, mundur juga. Yang sudah sempat bertarung di Jatim, artis kawakan Emillia Contessa di Banyuwangi dan model Ratih Sanggarwati di Ngawi, Jatim. Cuma, kedua-duanya kandas.
Godaan partai yang merayu artis jadi jagonya, sangat besar. Ini karena artis sudah punya popularitas. Partai maunya "cepat saji".
Nama musisi dan penyanyi Anang Hermansyah, mantan suami Krisdayanti ini, juga sempat disebut-sebut bakal "maju" di Pilkada Jatim pada 2018. Tapi sampai batas akhir, tidak ada nama Anang Hermansyah di Jatim. Begitu juga "artis sirkuit" Moreno sempat muncul ke permukaan. Akhirnya tenggelam juga.
Cuma di kota Mojokerto, untuk Pilwali 2018 ini, ada nama Andi Subiyakto, kelahiran Mojokerto tapi besar di Jakarta. Walau bergaul di dunia artis di Jakarta, tapi ia bukan artis. Hanya wajahnya saja yang "mirip" banget Katon Bagaskara. Saya pernah makan malam bareng Mas Andi Subiyakto di Plaza Senayan Jakarta, beberapa tahun lalu, banyak "mama-mama muda" yang kecele mau minta selfie dikiranya Katon Bagaskara.
Kembali soal Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said, atau lebih dikenal dengan Pasha Ungu, memang mendadak heboh dengan potongan rambutnya yang super gaul. Nah ..kok diributin? Siapa suruh jadi Pejabat?
Sebelum terjun ke dunia politik, Pasha adalah vokalis bandΒ Ungu. Pasha bergabung dengan Ungu tahun 1999. Lagu-lagunya banyak yang ngehits. Melejit sejak "Demi Waktu".
Pasha maju jadi Wakil Wali Kota Palu tahun 2015. Ia mendampingi Walikota Palu Hidayat, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Tengah. Keduanya diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Sampai sejauh ini, kinerja Pasha terbilang bagus. Ia bahkan membuktikan ucapannya ini. "Kaum muda layak memimpin Kota Palu agar ibu kota Sulawesi Tengah ini lebih berkembang dan dikenal secara nasional. Mari kita hilangkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Kita kawal pembangunan Kota Palu bersama-sama," kata Pasha, waktu kampanye.
Sekarang, rambutnya dipermasalahkan. Apa kata dia? Kalau dilarang, siap potong rambut yang biasa-biasa saja. Pendek.Gitu aja kok repot.
Mendagri Tjahjo sudah mengatakan tidak ada masalah dengan rambut Pasha.
Artis, suatu saat, memang bisa saja, kembali jadi artis. Siapa suruh jadi pejabat. (dmr)
Advertisement