Arab Saudi Ingatkan Titik Rawan Mencium Hajar Aswad, Tidak Menentukan SahnyaTawaf
Meningkatnya jumlah jemaah umrah pada awal 2026 membuat otoritas Arab Saudi kembali menegaskan pentingnya disiplin saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah area Hajar Aswad, yang kerap memicu kepadatan dan perlambatan arus jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (Kemenhaj Saudi) secara khusus mengimbau jemaah agar tidak berhenti di Hajar Aswad, demi menjaga kelancaran ibadah dan kenyamanan bersama.
Hajar Aswad Bukan Syarat Sah Tawaf
Melalui unggahan resmi di platform X, Kemenhaj Saudi menekankan bahwa tanggung jawab menjaga ketertiban tawaf merupakan kewajiban bersama seluruh jemaah.
"Wahai Hamba Allah, menjamin kenyamanan orang-orang yang melaksanakan tawaf adalah tanggung jawab bersama yang menjunjung tinggi ketenangan dan kedamaian ritual. Hindari berhenti di Hajar Aswad," demikian imbauan Kemenhaj di platform X @MoHU_En.
Imbauan ini menegaskan kembali bahwa mencium atau menyentuh Hajar Aswad tidak termasuk rukun atau syarat sah tawaf. Amalan tersebut bersifat sunnah, sehingga tidak melakukannya sama sekali tidak membatalkan ibadah haji maupun umrah.
Jemaah tetap diperbolehkan memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil berjalan mengikuti arus tawaf. Berhenti tepat di depan batu hitam tersebut justru berpotensi menimbulkan desakan dan mengganggu kekhusyukan jemaah lain.
Hindari Kerumunan Demi Kekhusyukan Ibadah
Menurut Kemenhaj Saudi, kebiasaan berhenti di Hajar Aswad sering kali menyebabkan penumpukan massa, saling dorong antarjemaah, hingga memperlambat sirkulasi tawaf di area Ka'bah.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan tujuan utama ibadah yang menekankan ketenangan dan kekhusyukan.
Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Agus Arifin, dijelaskan bahwa Hajar Aswad berada di sudut tenggara Ka'bah dan menjadi penanda awal serta akhir putaran tawaf.
Jika jemaah kesulitan untuk menciumnya, disunnahkan menyentuh dengan tangan. Bila masih tidak memungkinkan, jemaah cukup mengisyaratkan tanpa perlu berhenti.
Kesunnahan ini merujuk pada hadits Abdullah bin Umar RA:
"Sesungguhnya Rasulullah SAW beristilam (menyentuh) rukun Yamani dan Hajar Aswad setiap kali beliau tawaf." (HR Muttafaq 'Alaih)
Otoritas Saudi berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran jemaah untuk saling menjaga kenyamanan, khususnya di tengah kepadatan jemaah umrah yang terus meningkat.
Ada Joki Bantu Cium Hajar Aswad Dengan Imbalan Uang
Tingkat kesulitan mencium Hajar Asawd dimanfaatkan para mikinan atau orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi untuk menjadi joki tawaf hingga mencium hajar aswad , dengan meminta imbalan senilai 5 real atau Rp100 sampai Rp150 ribu per orang dengan membayar di depan.
Pengalaman beberapa jamaah, tidak semua joki membantu jamaah dengan jujur, ada yang nakal. Kasus yang sering terjadi, tawaf belum sampai tuntas tujuh putaran joki nakal itu langsung menghilang.
Hajar Aswad Diyakini Batu Dari Surga
Hajar Aswad adalah batu hitam mulia yang terletak di sudut tenggara Ka'bah, menjadi penanda awal dan akhir tawaf dalam ibadah haji dan umroh, diyakini berasal dari surga, dan awalnya putih namun menghitam karena dosa manusia.
Umat Islam disunnahkan untuk mencium atau menyentuhnya (jika mampu) sebagai bentuk penghormatan, meneladani Nabi Muhammad SAW, meskipun jika sulit harus isyarat saja, karena itu simbol keagungan Allah, bukan untuk disembah.
Hajar Aswad, terletak di sudut tenggara Ka'bah, sekitar 1,5 meter dari lantai. Saat ini dibingkai dengan perak karena pecah menjadi beberapa bagian akibat peristiwa sejarah.
Asal-Usul dan Sejarah
Dipercaya turun dari surga melalui Malaikat Jibril saat Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah.Awalnya putih bersinar, menjadi hitam karena dosa manusia.
Pernah menjadi sumber perselisihan suku Quraisy saat penempatan kembali, diselesaikan Nabi Muhammad SAW dengan cara unik.
Makna dan Keutamaan
Tangan Kanan Allah: Diibaratkan "tangan kanan" Allah di bumi, yang bisa disalami hamba-Nya.
Simbol Spiritual: Menjadi titik fokus spiritual, pengingat akan kebesaran Allah dan janji setia dalam ibadah.