Angin Puting Beliung Terjang Beberapa Desa Dua Kecamatan di Lamongan, Puluhan Rumah Rusak
Angin puting beliung disertai hujan deras mengamuk di sejumlah desa dua wilayah kecamatan di Lamongan, Selasa 7 Oktober 2025, sore.
Meliputi, Desa Ngimbang dan kawasan Jalan Babat - Jombang Desa Ngimbang Kecamatan Ngimbang, Jalan Sambeng - Ngimbang dan Desa Nogojatisari, Desa Sidokumpul Kecamatan Sambeng.
Sejumlah bangunan rumah dan pergudangan rusak, terutama bagian atap. Ada yang hanya genting beterbangan, tetapi tidak sedikit bagian atap lengkap dengan kayu penyangga genting.
Terinci, kurang lebih sebanyak 15 rumah warga Desa Nogojatisari Kecamatan Sambeng mengalami rusak ringan pasa atap. Demikian juga sekitar 10 rumah warga
Desa Sidokumpul Kecamatan Sambeng juga mengalami kerusakan yang sama.
"Bangunan toko material tadi terlihat atapnya beterbangan," ujar Bima, warga Desa/Kecamatan Ngimbang.
Sejumlah pohon tumbang banyak terjadi di sepanjang jalan desa dan jalan raya poros Babat - Jombang. Bahkan, juga di kawasan RSUD Ngimbang yang sebagian atapnya rusak karena tertimpa pohon.
Beberapa pohon tumbang juga sempat melintang di tengah jalan, hingga mengakibatkan arus lalu lintas. Kebanyakan pohon sudah tua.
Namun, sekarang sudah lancar kembali setelah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, anggota Polsek dan Koramil serta warga setempat bergotong-royong mengevakuasi pohon tumbang tersebut.
Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Hanya, hingga malam ini sejumlah desa masih gelap gulita karena lampu listrik padam.
"Banyak kabel listrik putus akibat tertimpa pohon. Kalau ," kata Listiyani, warga Tanjung, Ngimbang.
Angin puting beliung di kawasan Lamongan selatan belahan barat itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadiannya terkesan mendadak. Karena, sebelumnya cuaca sangat panas.
Sekitar pukul 15.30 WIB, tiba-tiba mendung dan tidak seberapa lama turun hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat sempat panik hingga banyak berlarian keluar rumah. Karena atap rumah banyak beterbangan terbawa angin.
Plt Kalaksa BPBD Lamongan, M. Naim, belum bisa memastikan jumlah rumah atau bangunan yang rusak. Pihaknya masih melakukan assessment di lapangan.
"Kami juga belum bisa.mastikan berapa kerugian akibat kejadian ini. Masih dilakukan pendataan," katanya.