Andien Hadirkan Warna Baru Lewat Album Kesembilan
Penyanyi Andien Aisyah kembali menandai perjalanan panjangnya di industri musik Indonesia. Kali ini, ia mempersembahkan album kesembilan bertajuk "Sehidup Semusik". Album ini resmi dirilis pada Jumat, 26 Juni 2026. Dalam album terbaru ini Andien hadir dengan karya yang sangat personal sekaligus menunjukkan keberaniannya mengeksplorasi berbagai warna musik tanpa kehilangan identitas yang selama ini melekat pada dirinya.
Dalam peluncuran album di Jakarta, Kamis (25/6), Andien mengungkapkan bahwa proses kreatif album ini melibatkan sembilan produser dengan karakter musikal yang berbeda. Kolaborasi tersebut menjadi pengalaman baru sepanjang karier bermusiknya. "Album ini dari 13 track itu produsernya ada sembilan," katanya,
Adapun kesembilan produser yang terlibat antara lain Dipha Barus, Ali Akbar Sugiri, Clara Riva, Nikita Dompas. Kemudian ada Lafa Pratomo, Iqbal Siregar, Kevin Queency, Kareem Soenharjo, hingga Abenk Alter.
Menurut Andien kenapa dirinya mengajak banyak produser agar setiap lagu, karena mereka memiliki karakter yang unik. Meski demikian, ia memastikan keseluruhan album tetap menghadirkan nuansa khas yang selama ini dikenal penggemarnya. Lebih lanjut, Andien mengatakan ide tersebut muncul setelah melihat pendekatan yang dilakukan penyanyi pop dunia, Madonna. Musisi internasional itu pernah menggandeng banyak produser dalam satu album. Pengalaman tersebut membuat Andien tertarik mencoba konsep serupa.
Setelah itu ia menghubungi para produser yang selama ini memiliki hubungan profesional dan kecocokan dalam bermusik. Hasilnya, setiap lagu berkembang dengan pendekatan kreatif yang berbeda namun tetap berada dalam satu benang merah.
Menjadi Refleksi Perjalanan Bermusik Selama 26 Tahun
Bagi Andien, album "Sehidup Semusik" bukan sekadar kumpulan lagu baru. Album ini menjadi refleksi perjalanan selama 26 tahun berkarya di industri musik Indonesia. Album ini ibarat sebuah buku cerita yang merekam berbagai pengalaman hidup dan perjalanan musikalnya. Karena memiliki makna yang mendalam, album ini akan tersedia dalam berbagai format. Penggemar dapat menikmatinya secara digital, CD, pita kaset, maupun piringan hitam atau vinyl.
Judul "Sehidup Semusik" , lanjutnya, memiliki filosofi tentang kesamaan frekuensi antarmanusia melalui musik. "Jadi ada irama, ada notasi, ada ketukan, ada kata-kata, ada bahasa, ada rasa, dan segala macem gitu. Jadi, 'Sehidup Semusik' itu berarti kita kaya senada, seirama, gitu, jadi sefrekuensi," tambahnya.
Album terbaru ini memuat 13 lagu yang disusun menjadi satu perjalanan musikal. Lagu-lagu tersebut terdiri atas "Intro", "Naksir", "Cosmic Romantic", "Jatuh Pelan". Selain itu ada "Mata Ketiga (Tutto Bene)", "Nostalgia", "Nonchalant", "Sentil Kalau Nakal", "Manusia Favorit". Kemudian "Merona Rasa", "Ujung-ujungnya Kamu", "Jika Nanti Kita Lupa", dan ditutup dengan lagu "Sehidup Semusik".
Setiap lagu menghadirkan pendekatan produksi yang berbeda. Namun, keseluruhannya tetap menyatu dalam konsep album yang mengangkat tema kehidupan, hubungan antarmanusia, dan perjalanan emosional.
Salah satu kejutan dalam album ini hadir melalui lagu pembuka berjudul "Intro". Andien mengajak kedua putranya, Kawa dan Tabi, untuk ikut terlibat dalam proses rekaman. Bagi Andien, kesempatan tersebut menjadi momen yang sangat berharga. Sebagai seorang ibu sekaligus musisi, ia ingin menghadirkan pengalaman bermusik bersama keluarga.
"Justru sebenarnya ya, menjadi seorang ibu yang punya privilege untuk bisa terus berkarya. Itu sebuah sesuatu yang menurut aku patut di-embrace gitu. Tidak semua ibu tuh punya kesempatan untuk itu (mengajak anak ikut terlibat dalam pekerjaan)," kata Andien dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, lalu.
Ia mengaku kehidupan sebagai ibu dan seniman berjalan berdampingan. Karena itu, kedua anaknya sudah terbiasa melihat aktivitas bermusik yang dijalaninya sejak kecil. "Mereka juga tau gitu kalau tempat mainnya mereka tuh ada di backstage biasanya gitu. Pun kalau lagi di rumah, aku juga suka adalah kerjaan-kerjaan yang aku pikirkan di rumah, mungkin bareng mereka juga," jelasnya.
Melalui album "Sehidup Semusik", Andien tidak hanya menghadirkan eksplorasi musikal bersama sembilan produser. Ia juga memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi dan perjalanan sebagai seorang ibu dapat berjalan selaras dengan karier profesional.
Album ini menjadi simbol kedewasaan bermusik Andien setelah lebih dari dua dekade berkarya. Di saat yang sama, karya tersebut menunjukkan bahwa keluarga dapat menjadi bagian penting dalam proses kreatif seorang seniman. Dengan konsep yang matang, kolaborasi lintas produser, serta sentuhan personal dari kedua putranya, "Sehidup Semusik" menjadi salah satu album paling istimewa dalam perjalanan karier Andien hingga saat ini.
Penulis: Nurul Huda