Alexis Ditutup, Emang Pelacurnya "Keleleran" di Jalan?
Banyak komentar pejabat, tokoh terkenal, artis top, bahkan pimpinan Parpol, soal penutupan rumah esek-esek mewah, Alexis. Ada tokoh yang khawatir pelacurnya bakal berserakan di jalan-jalan. Netizen pun ramai membully: "Emang pelacur Alexis, kelasnya keleleran di jalan? Sok teuuu loe"
"Karier" pelacur kelas Alexis, memang bukan buruh yang nagih UMR. Para amoy cantik-cantik ini adalah pelacur kelas kakap. Didatangkan dari Cina, Thailand, Vietnam, Eropa Timur. Dikelola secara profesional oleh jaringan penyuplai jasa pelacur Internasional. Pusatnya konon di Singapura, Hongkong dan Thailand.
" Malah, sebagian nonik-nonik yang mengaku dari daratan Tiongkok itu palsu, sebenarnya direkrut dari Cina Pontianak," ujar sumber, seorang pengusaha bisnis di dunia malam kepada ngopibareng.id tadi malam.
Kalau dikatakan para wanita penghiburnya bakal "keleleran" di jalan, nggak lah. Menurutnya, hidup mereka berkecukupan. Sebagian sudah jadi simpanan pejabat, anggota dewan dan pengusaha. Tinggalnya juga bukan di gang kumuh. Melainkan di sejumlah apartemen mewah di Jakarta, di kawasan Grogol, Kebun Jeruk atau Kalibata.
Bila tempat "begituan" di Indonesia ditutup, oleh agennya, mereka tinggal dialihkan saja ke negara lain, atau dikirim ke sejumlah tempat dugem elit di Jakarta lainnya, atau disebar ke Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali. "Untuk ladies kelas A, banyak yang nyari ha ha ha," katanya.
Tempat mesum kayak Alexis ditutup, juga tak membuat agen ceweknya bangkrut. Karena sudah ada perjanjian kerjasama. Sebagian biaya tinggal sudah ditanggung pengundang.
"Kalau Jakarta ditutup, para ladies-nya bisa disalurkan ke tempat lain yang ada di daftar tunggu. Banyak lowongan dan ngantri. Bagi cewek yang tak lewat agen, tapi personal, misalnya, gampang, gak usah khawatir, sudah siap jadi simpanan pejabat dan pengusaha dengan tarif "kelas A" yang sangat cukup. Gak mungkin lah turun ke jalan-jalan. Ini bukan kelas Kalijodo atau Dolly dan Jarak di Surabaya ha ha ha," katanya sambil tertawa.
Tapi apa saja dampak ribut-ribut penutupan Alexis? Gubernur DKI Anies Baswedan sendiri mengatakan tidak akan membongkar CCTV di tempat itu, karena dikhawatirkan anak-istri pelanggannya akan malu dan menderita. Karena pelanggan Alexis banyak juga Bapak-bapak yang terkenal, termasuk anggota dewan.
Pengamatan artis senior Arzetti Bilbina yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, setidaknya ada dua sisi berlawanan dari penutupan hotel dan griya pijat Alexis. Arzetti melihat efek positif dan negatifnya. Apa saja?
“Ada dua sisi yang bisa dilihat, kalau dari positifnya ada ketegasan dan kedisiplinan,” ucap Arzetti pada sejumlah wartawan di Gedung Pertunjukkan Bharata, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
Kalau segi negatifnya? "Nah kalau segi negatifnya, orang akhirnya bicara mengenai hal itu (Alexis) dan membuat anak-anak menjadi tahu hal tersebut,” tambah mantan model ini.(dmr)