Alasan Bima Sakti Bertahan di Persela Lamongan: Kekeluargaan dan Soliditas Elemen Tim Luar Biasa
Persela Lamongan jauh hari sudah mengeluarkan pernyataan resmi memperpanjang kontrak Bima Sakti sebagai pelatih pada liga Chamionship 2026/2027.
Salah satu pertimbangannya, Bima Sakti dinilai memiliki integritas, identitas permainan, serta visi yang sejalan dengan arah baru Persela.
“Kami butuh pelatih yang punya ciri khas permainan sesuai konsep klub. Coach Bima orang yang pas," kata Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, akhir Mei 2026 lalu.
Itu kabar sepihak. Tetapi, Coach Bima Sakti tidak mengelak kalau dia memang sudah bersepakat dengan manajemen untuk mengarsiteki tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.
Lantas, pelatih yang semasa mudanya pernah memperkuat memperkuat Timnas Indonesia itu pun mengungkapkan, bahwa keputusan bertahan di Persela bukanlah pilihan yang diambil secara instan.
Ia mengaku, selepas empat bulan menukangi Persela di ajang Championship 2025/2026, beberapa klub memintanya untuk menjadi pelatih.
Tetapi, Bima Sakti lebih memilih Persela. Alasannya, karena ia merasa sudah memahami karakter tim. Selain itu, ia juga melihat manajemen Persela serius dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.
“Pertama saya bersyukur bisa memperpanjang kontrak lagi di Persela. Prosesnya juga cukup panjang. Terus terang, ada beberapa tawaran dari tim lain. Tapi, saya prioritaskan untuk tetap di Persela," katanya, Kamis 11 Juni 2026.
Lebih jauh, pelatih kepahiran. Balikpapan 50 tahun lalu itu mememaparkan, alasan paling utama adalah kedekatan yang terjalin dengan seluruh elemen Persela.
Di antaranya, dengan para pemain, masyarakat Lamongan, hingga dukungan dari seluruh elemen klub. Itu yang menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusannya untuk bertahan.
"Saya sudah bersosialisasi dengan masyarakat di Lamongan. Kemudian perhatian dari Pak Bupati sangat besar untuk Persela. Selain itu didukung pengurus, manajemen, dan tentu saja suporter. Itu menjadi alasan saya memilih tetap di Persela," terangnya.
Rasa itu diakui Bima Sakti dari pengalaman perjalanan kompetisi musim lalu. Saat kali pertama datang, ia menghadapi situasi sulit.
Saat itu kondisi tim sedang berada dalam tekanan. Mental pemain sedang turun karena sedang ada masalah pergantian manajemen.
"Beberapa pemain pilar pergi dan banyak dinamika yang terjadi di internal manajemen. Intinya, saat itu kondisi tim bisa dikatakan tidak baik-baik saja," ujarnya.
Namun demikian, Bima Sakti merasa mendapatkan dukungan penuh dari gerbong manajemen baru, serta penerimaan yang baik dari para pemain serta suporter. Ini menjadi modal penting untuk membangkitkan Persela.
Untuk itu, Bima Sakti bersyukur karena manajemen dan pemain dengan soliditas tinggi memberikan dukungan yang luar biasa. Mereka tetap bersemangat untuk berjuang, sehingga bisa tetap bertahan di Liga Championship.
"Dan yang lebih membuat bangga, rasa kekeluargaan warga Lamongan sungguh luar biasa. Terasa keluarga sendiri.," pungkasnya.