ABG Terseret Arus Bengawan Solo di Lamongan Ditemukan Meninggal Dunia
Setelah 24 jam dinyatakan hilang, MN, 13 tahun, warga Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Lamongan yang tenggelam akibat terseret arus aliran sungai Bengawan Solo, akhirnya berhasil ditemukan, Rabu 4 Pebruari 2026, petang.
Korban ditemukan sejarah sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Persisnya di dekatointu air Babage Barrage.
Ditemukannya korban berkat kerja keras Tim SAR Gabungan yang bekerja sejak pagi. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan tiga unit perahu karet, masing-masing dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.
Upaya pencarian yang dilakukan merupakan kelanjutan sehari sebelumnya, yang terpaksa dihentikan karena situasi gelap dan cuaca buruk.
"Jenazah korban ditemukan di sekitar pintu air Babat Barage. Sejarah kuranglebih 300 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, " kata Kapolsek Sekaran, Iptu Zunaedi melalui Kasihumas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, Rabu 4 Pebruari 2926, malam.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan medis. Hasilnya, pada tubuh korban tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan.
"Jenazah korban juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman," imbuh Ipda Hamzaid.
Diberitakan sebelumnya, MN terseret arus aliran Sungai Bengawan Solo setelah bermain di Taman Mahoni desa setempat. Saat itu dia mandi bersama beberapa temannya.
Tetapi, korban ternyata tidak bisa berenang hingga akhirnya terseret arusm. Saat kejadian dua anak yang terseret arus. Yakni R, 14 tahun, tetapi tertolong warga.